Kamis, 10 Maret 2016

Bahas Lengkap Kutil Kelamin Yuk...

“Dok… ada benjolan di kelamin saya dok… Bahaya tidak ya dok?”

Pertanyaan ini makin sering saya temui di praktek, ditanyakan oleh laki-laki maupun perempuan, tua muda, menikah dan masih belum menikah.

Umumnya mereka sudah search di internet dan datang dengan takut.. Takut ini berbahaya bagi dirinya dan masa depannya.. takut menulari pasangannya di rumah.. takut menjadi sulit punya anak kelak bila menikah… dan lain-lain..

Dari hasil berdiskusi dengan mereka, umumnya pengetahuan yang didapat dari internet tidak sepenuhnya benar, terkadang lebih banyak salahnya daripada betulnya..

Jadi dengan bahasan ini, mudah-mudahan dapat memberikan informasi yang tepat dan benar tentang kutil kelamin dan cara pengobatan yang tepat…

Artikel dibawah ini saya rangkum dari berbagai sumber.
Yuk kita bahas bersama…

Apa sih kutil kelamin itu?

Kutil kelamin atau yang disebut kondiloma akuminata dalam istilah medis., merupakan kutil yang muncul di daerah genital, bisa ditemukan 1 buah atau berkelompok.
Seseorang tertular kutil tersebut dari kontak dengan orang lain yang sudah terinfeksi virus human papillomavirus (HPV).
HPV adalah virus yang umum ditemukan di bidang infeksi menular seksual. Penularan bisa terjadi bahkan bila kita belum dapat melihat kutilnya.  
Dari 100 lebih jenis HPV, hanya beberapa dapat menyebabkan kutil kelamin. Beberapa jenis HPV dapat menyebabkan kanker serviks. jenis lainnya dapat menyebabkan kanker dubur/anus, kanker penis, atau kanker mulut dan tenggorokan. Seseorang dapat tertular lebih dari satu jenis HPV.
Ada banyak cara untuk mengobati kutil kelamin, namun umumnya membutuhkan lebih dari satu kunjungan ke dermatologis.

Apa saja ya tanda dan gejala kutil kelamin?

Kutil kelamin dapat muncul dalam berbagai ukuran dan bentuk.

Tanda-tanda yang paling umum adalah:
Benjolan kecil dan tersebar yang sewarna kulit atau sedikit lebih gelap dari kulit.
Benjolan berkelompok yang terlihat seperti kembang kol.
Pertumbuhan di daerah genital yang lebih tinggi atau rata dengan permukaan kulit,  dan dapat halus atau kasar.

Kutil kelamin seringkali tidak menunjukkan gejala, walaupun terkadang terasa gatal, panas, nyeri, atau berdarah.

Pada pria, biasanya ditemukan di :
·      Penis
·      Skrotum
·      Paha dalam atas
·      Selangkangan

Pada wanita, biasanya ditemukan di :
·      Vulva (Bibir vagina luar)
·      Vagina
·      Serviks
·      Selangkangan

Berikut adalah gambaran klinis dari kutil kelamin yang saya cari dari web, jadi bukan foto dari pasien saya ya..


http-//www.womenshealthmag.com/

http-//yourstdhelp.com/images/genitalwartpic


Pada wanita dan pria yang melakukan oral seks dengan partner yang telah terinfeksi:
·      Dalam mulut atau tenggorokan

Pada wanita & pria yang melakukan anal seks dengan partner yang telah terinfeksi : 
·      Dalam atau di sekitar anus

Siapa yang bisa tertular kutil kelamin?

Siapapun yang melakukan hubungan seks bisa tertular HPV,  human papillomavirus (HPV), virus yang menyebabkan kutil kelamin. Setidaknya setengah dari orang-orang yang telah berhubungan seks telah terinfeksi HPV.
Tidak semua orang yang terinfeksi HPV akan memiliki kutil kelamin. Kebanyakan orang tidak memiliki kutil ini karena sistem kekebalan tubuh nya yang baik dalam melawan virus. Virus akan hilang dalam beberapa tahun dan kemudian tidak lagi menular.
Orang-orang yang memiliki sistem kekebalan yang lemah mungkin tidak mampu melawan virus. Ketika tubuh tidak dapat melawan HPV, maka kutil kelamin dapat tumbuh. Sistem kekebalan tubuh seseorang dapat menjadi lemah dari penyakit seperti kanker atau HIV/AIDS.
Kadang-kadang anak dapat memiliki kutil kelamin. Hal ini jarang terjadi, tetapi seorang ibu yang terinfeksi dapat menularkan virus kepada bayinya saat melahirkan. Kutil mungkin tidak muncul segera. Kutil kelamin pada anak juga dapat menjadi tanda pelecehan/kekerasan seksual pada anak.

Bagaimana cara penularan kutil kelamin?

Kutil kelamin menyebar dari orang yang memiliki HPV ke orang lain melalui:
·      Sex (vaginal, anal, ataupun oral)
·      Kontak genital (saling bersentuhan alat kelamin)
·      Melahirkan (dari ibu yang terinfeksi kepada bayi)

Bagaimana dermatologis mendiagnosis kutil kelamin?

Orang sering merasa malu dengan pertumbuhan di daerah genital mereka dan tidak berobat ke dermatologis. Namun berobat ke dermatologis sebetulnya  akan memberikan ketenangan pikiran dan hati  karena dermatologis akan memberikan diagnosis dan pengobatan yang tepat.
Dermatologis dapat mendiagnosis kutil kelamin dengan pemeriksaan fisik saat konsultasi.

Bagaimana dermatologis mengobati kutil kelamin?

Walaupun jarang, beberapa kutil kelamin dapat hilang tanpa pengobatan.
Namun sebaiknya bila diagnosis sudah jelas, segera dilakukan terapi untuk menghilangkannya tanpa menunggu terlalu lama, karena pengobatan bermanfaat untuk :
·      Menurunkan resiko penyebaran virus.
·      Dapat meredakan rasa sakit dan gatal.

Jika ingin mengobati kulit kelamin, sebaiknya berobat ke dermatologis dan jangan menggunakan obat bebas tanpa resep dokter yang tidak jelas kandungan bahan aktifnya.  

Ada beberapa pilihan pengobatan untuk kutil kelamin. Sebelum menentukan pengobatan, dermatologis akan mempertimbangkan banyak hal, termasuk jumlah kutil, lokasi kutil, dan kondisi pasien secara keseluruhan.

Berikut berbagai perawatan untuk kutil kelamin:

Terapi/tindakan di Klinik yang umum dilakukan dermatologis:
·      Eksisi (memotong kutil)
·      Cryosurgery (bedah beku dengan semprotan nitrogen cair)
·      Laser CO2 (menghancurkan kutil dengan sinar laser)
·      Elektrokauter (menghancurkan kutil dengan arus listrik)
Dari pilihan-pilihan ini, yang paling sering saya gunakan adalah Elektrocauter yang dikombinasi dengan laser CO2.  Umumnya dibutuhkan beberapa kali sesi terapi untuk membersihkan seluruh kutil yang ada. Interval tindakan yang ideal 3-4 minggu/kali.

Penting diingat bahwa terapi/tindakan akan menghilangkan kutil yang terlihat, tetapi mungkin tidak dapat menyingkirkan virus secara keseluruhan. Jika masih ada virus, maka kutil dapat kembuh kembali. Dan jika masih ada virus, maka virus tetap dapat menyebar melalui hubungan seks. Rutin memakai kondom saat berhubungan seks dapat mengurangi risiko penyebaran virus.

Apakah ada tips untuk pencegahan kutil kelamin?
Menghindari perilaku seks pranikah dan selalu setia pada 1 pasangan setelah menikah adalah cara terbaik pencegahan infeksi menular seksual, termasuk kutil kelamin.

Selain itu, kini risiko terkena infeksi HPV dan kutil kelamin dapat dikurangi dengan melakukan vaksinasi HPV. Vaksinasi dilakukan pada usia antara 9 hingga 26 tahun. Ada 2 jenis vaksin HPV. Kedua vaksin HPV dapat membantu melindungi kaum wanita dari sebagian besar jenis kanker serviks.
Khusus jenis vaksin yang "quadrivalent,"  dapat melindungi terhadap 4 jenis HPV. Vaksin ini untuk pria dan wanita usia 9 sampai 26 tahun. Vaksin ini dapat mencegah jenis HPV yang paling sering menyebabkan kutil kelamin. Vaksin dilakukan dalam 3 sesi. Untuk manfaat paling besar, 3 sesi vaksin harus dilakukan pada saat belum pernah melakukan hubungan seksual. 

Apakah cukup menggunakan kondom untuk terhindar dari kutil kelamin?
Pemakaian kondom lateks saat hubungan seksual dapat membantu mengurangi risiko terkena kutil kelamin. Namun, karena kondom tidak mencakup seluruh kulit di area kelamin, maka kondom tidak selalu mencegah orang yang terinfeksi menyebar HPV. Artinya, walaupun sudah menggunakan kondom, tetap ada risiko tertular kutil kelamin.

Bagaimana dengan pasangan seks?
Satu-satunya cara pasti untuk mencegah HPV adalah dengan tetap selibat (tidak pernah berhubungan seks - oral, anal, atau vagina) bila belum menikah. Pada yang sudah menikah cara terbaik adalah dengan setia pada 1 pasangan. Batasi jumlah pasangan seks. Memiliki banyak pasangan seks meningkatkan risiko terkena HPV.

Apakah ada hubungan dengan merokok?
Ya betul, sebaiknya berhenti merokok. Penelitian telah menemukan bahwa perokok memiliki risiko lebih tinggi untuk mendapatkan kutil kelamin dibandingkan non-perokok.

Berikut adalah tips praktis untuk kutil kelamin :
Ada berbagai macam kutil. Maka jangan menggunakan obat untuk mengobati jenis kutil lain. Obat yang cocok untuk mengobati kutil umum, atau  kutil kaki, tidak cocok untuk kutil kelamin. Berobatlah ke dermatologis untuk mengobati kutil kelamin.
Beritahu pasangan seks Anda Anda memiliki kutil kelamin. Mereka juga harus ke dermatologis. Mereka berhak mendapatkan pengobatan juga. Seringkali pasien dengan kutil kelamin menolak untuk memberi tahu pasangan nya, hal ini sebetulnya sangat merugikan pasangan.

Tips khusus untuk Wanita :
Pada wanita yang pernah terkena kutil kelamin, walaupun telah selesai pengobatan, harus rutin mengerjakan pemeriksaan Pap Smear. Pap Smear adalah cara terbaik untuk mendeteksi perubahan abnormal pada fase awal di serviks. Hal ini dapat mencegah kematian akibat kanker serviks.

Demikian ..
Mudah-mudahan jelas ya…


Salam kulit sehat..

Kamis, 18 Februari 2016

Skin Tightening Treatment

Apa itu STT ? 
http-//www.colamatrix.net
Skin Tightening Treatment (STT) merupakan treatment untuk peremajaan dan pengencangan kulit wajah dengan menggunakan energi ultrasound yang terfokus. Energi ultrasound terbukti aman dan efektif  untuk  merangsang pembentukan kolagen secara alami. 

Umur berapa sebaiknya mulai STT? 
STT dapat dilakukan setelah proses penman kulit dimulai. Proses penuaan kulit umumnya dimulai usia 25-30 tahun, dan menjadi semakin tinggi usia, semakin progresif proses penuaannya. Maka sebaiknya segala terapi untuk memperlambat proses penuaan kulit dimulai sedini mungkin. Semakin dini, semakin baik hasilnya. 

Apa bedanya dengan Photorejuvenation? 
Photorejuvenation menggunakan laser berbasis 1064nm  Q-Switched NdYAG atau 585 nm Pulsed Dye Laser yang bertujuan merangsang pembentukan kolagen baru di lapisan dermis atas kulit. Sedangkan STT menggunakan High Intensity Focused Ultrasound 4Mhz dan 7 Mhz yang akan masuk lebih dalam dan merangsang pembentukan kolagen baru di lapisan dermis dalam kulit, bahkan dapat mencapai hingga lapisan otot dibawah kulit. 
Bahasan lengkap tentang Photorejuvenation dapat dibaca disini ya..

Mana yang sebaiknya dipilih, Photorejuvenation atau STT? 
Terapi terbaik adalah kombinasi. Pada pasien muda dengan kualitas kulit (kekenyalan dan kekencangan kulit baik) terkadang Photorejuvenation saja sudah cukup. Seiring dengan bertambahnya usia, STT mulai ditambahkan dalam terapi, dikombinasi dengan Photorejuvenation. Karena STT bekerja di lapisan yang lebih dalam, interval STT tidak perlu sependek Photorejuvenation. Artinya, STT dilakukan lebih jarang dari Photorejuvenation. Dermatologis akan menentukan regimen kombinasi terbaik sesuai dengan kondisi kulit masing-masing pasien. 



https-//kr.gobizzkorea.com

Berikut adalah persiapan yang baik untuk diakukan sebelum STT : 

PERSIAPAN SEBELUM TINDAKAN  Skin Tightening Treatment

5 hari sebelum tindakan :
·  Stop obat dan vitamin yang bersifat mengencerkan darah supaya risiko lebam minimal. Obat AINS (anti-inflamasi non steroid) misal aspirin, ibuprofen, salisilat, obat antikoagulan, suplemen minyak ikan, vitamin E, suplemen herbal : ginko biloba, teh hijau, ginseng, jahe.
·    Stop merokok
·    Hindari aktivitas berlebihan dibawah matahari untuk menghindari sunburn.
·   Mengatur jadwal kegiatan hingga 2 hari setelah tindakan : tidak ada acara rapat atau pesta penting, tidak keluar kota, tidak ada aktivitas yang berkeringat /di bawah matahari berlebihan.
·    Persiapkan obat untuk sebelum tindakan sesuai resep dokter.

1 hari sebelum tindakan :
·  Karena obat yang diminum sebelum tindakan dapat menyebabkan kantuk, persiapkan untuk transportasi pergi dan pulang di hari tindakan. Sebaiknya tidak menyetir sendiri.
·       Banyak minum air putih. Tidur dan istirahat cukup.
·       Stop krim malam yang biasa digunakan sesuai petunjuk dokter.
·       Minum obat malam sebelum tidur sesuai petunjuk dokter.   

Hari Tindakan :
·       Gunakan baju yang nyaman dan longgar.
·       Tiba di klinik dengan perut terisi (sudah makan) dan embawa bekal snack ringan.

·       Minum obat persiapan tindakan sesuai petunjuk dokter.


Berikut adalah pentunjuk setelah tindakan STT : 




PETUNJUK SETELAH TINDAKAN  Skin Tightening Treatment

Secara umum setelah tindakan tidak ada keluhan berarti. Umumnya keluhan bersifat ringan dan hilang seiring waktu. Hingga saat ini tidak ada laporan komplikasi jangka panjang. Namun seperti tindakan medis lainnya, keluhan pada tiap pasien dapat bervariasi sesuai kondisi kulit masing-masing. 

Keluhan yang umum ditemukan adalah bengkak dan area kulit kemerahan selama beberapa jam – hari.

Hasil tindakan pada tiap pasien tidak bisa diprediksi dan sangat bervariasi tergantung kondisi awal dan tingkat perbaikan kulit alami masing-masing.

Berikut hal yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan hasil tindakan :

·  Hindari penggunaan rutin obat anti-inflamasi (ibuprofen, naproxen, celebrex,dll) selama 1 bulan.
·  Hindari mandi/cuci muka dengan air panas, sauna, panas, olahraga berat dan keringat berlebihan selama 3 hari.
·    Hindari make-up berat selama 3 hari setelah tindakan.
·   Kompres dingin 5–10 menit setelah tindakan akan membantu mengurangi bengkak, kemerahan dan risiko lepuh/lebam.
·   Istirahat dan tidur cukup, makan banyak buah dan sayur, cukup minum air putih, konsumsi vitamin antioksidan, dan hindari stress.
·     Gunakan krim setelah tindakan sesuai petunjuk dokter.

·     Kontrol sesuai petunjuk dokter.

Kontrol ulang umumnya dilakukan  1 bulan - 3 bulan - 6 bulan setelah tindakan.
Rekomendasi diulang setelah 6 bulan – 1 tahun setelah tindakan.

Beberapa tindakan medis, misalnya Photorejuvenation, atau STT touch up, yang bisa membantu meningkatkan hasil, dapat didiskusikan dengan dermatologis.

Demikian mudah-mudahan penjelasan ini dapat membantu ya...

Salam kulit sehat..





Kamis, 27 Agustus 2015

Perubahan Lokasi Praktek

Dear teman-teman,

Mulai September 2015 ini akan perubahan di kehidupan saya sebagai dermatologis, dalam tempat praktek maksudnya...
Perubahan besarnya adalah saya tidak lagi praktek di erha clinic PIK, tempat saya berpraktek semenjak saya lulus pendidikan Spesialis Kulit & Kelamin, sejak Agustus 2005. Berarti tepat 10 tahun sudah saya berpraktek disana. 
Sedih rasanya meninggalkan tempat praktek yang sudah membawa banyak kenangan indah untuk saya, pasien-pasien lama yang setia bersama saya sejak 10 tahun yang lalu.. Banyak dari mereka yang bukan lagi terasa sebagai pasien, namun sebagai teman dan sahabat.. 
Juga seluruh jajaran managemen dan operasional di erha PIK, yang sudah bersama-sama dengan saya bekerja dan banyak membantu saya.. 
Penyebabnya tak lain tak bukan adalah makin macetnya Jakarta, yang membuat waktu saya banyak terbuang untuk perjalanan dan macet..  Waktu yang saya butuhkan untuk menuju ke erha PIK dan pulang dari erha PIK ke rumah, sudah 3-4x lebih lama dibandingkan 10 tahun yang lalu, saat saya mulai merintis praktek saya disana.
Posisi saya saat ini sebagai ibu 2 anak yang masih usia sekolah dan membutuhkan waktu dan perhatian lebih banyak, juga sebagai anak perempuan dari orang tua saya yang mulai menua yang juga membutuhkan perhatian lebih, membuat saya akhirnya menguatkan hati mengambil keputusan ini. 
Waktu praktek akan saya pindahkan ke tempat yang lebih dekat sehingga tidak membuang waktu banyak di perjalanan. 
Mudah-mudahan bisa dimengerti oleh para pasien yang sudah menjadi teman dan sahabat saya disana..
Hahaha.. kok jadi melankolis ya... 
Ok deh, sampai bertemu di postingan selanjutnya..

Jadwal praktek saya yang baru dapat di lihat di Laman Jadwal Praktek di blog ini ya.. 

Salam kulit sehat temans...


Selasa, 25 Agustus 2015

Pentingnya penggunaan Sunblock secara tepat

Seringkali saya mendapat pertanyaan dari pasien, "Dok, sebaiknya sunblock dengan SPF berapa yang saya gunakan dok? Makin tinggi makin baik ya dok? "                        


Penilaian saya, tampaknya pasien sebagai konsumen sangat terpaku dengan angka SPF (Sun Protection Factor) yang tercantum di kemasan sunblock. Dahulu rata-rata sunblock mencantumkan SPF 15 atau 30. Kini makin banyak sunblock yang mencantumkan SPF tinggi. Semakin tinggi angka nya, misal 50 atau 80 maka pasien merasa semakin baik. 

Kenyaataannya sebetulnya tidaklah demikian. 
Berdasarkan penelitian klinis, sunblock dengan SPF 15 sudah mampu memblokir sekitar 93-95% dari sinar Ultraviolet. Begitu SPF nya dikalikan 2x, menjadi SPF 30, bukan berarti mampu memblokir 100%. Sunblock dengan SPF 30 mampu memblokir sekitar 95-97% dari sinar Ultraviolet. Berarti hanya naik 2-4% dari SPF 15. 
Nah begitu angka SPF melejit menjadi tinggi, bukan berarti juga mampu memblokir 100%. 

Maka, saya selalu menyarankan pasien, bahwa sunblock dengan SPF minimal 30 sudah cukup untuk digunakan. Selain itu yang penting diperhatikan adalah : 
- Pemilihan jenis pembawanya 
Misalnya krim, lotion, spray atau lainnya. Makin pekat tentunya makin baik, Tapi sesuaikan juga dengan area kulit dan jenis kulit. 
- Jumlah aplikasi. 
Jumlah aplikasi yang tidak sesuai (terlalu sedikit) akan menurunkan angka SPF. Maka gunakan sunblock dengan ketebalan sesuai dengan petunjuk. 
- Waktu penggunanan. 
Sunblock sebaiknya digunakan 30 menit sebelum terpapar sinar Ultraviolet supaya efektif. 
- Aplikasi ulang. 
Bila sering berkeringat, sebaiknya sunblock diulang pemakaiannya setelah 2-4 jam. Namun bila tidak berkeringat, dapat diulang setelah 4-6jam. Kecuali jika menggunakan sunblock yang water atau sweat resistant tentunya...

Demikian sedikit tips tentang penggunaan sunblock..
Mudah-mudahan berguna ya..
Salam kulit sehat..

Rabu, 15 Juli 2015

Mohon Maaf Lahir Batin

Selamat Idul Fitri dan Mohon maaf lahir batin untuk semua teman yang merayakannya.

Jangan lupa selalu jaga kesehatan kulit..
Minum air putih sedikitnya 8 gelas sehari dan selalu gunakan tabir surya sebelum beraktivitas di bawah sinar matahari.

Salam kulit sehat...

Sabtu, 08 November 2014

Botox for FrownLines

Kerut diantara kedua alis, atau yang dikenal dengan Frown Lines merupakan kerut yang umumnya awal muncul (bersama dengan kerut sudut mata luar / Crows Feet). Kerut ini mulai muncul di usia 30-an, walaupun tidak jarang pada usia 20-an akhir juga sudah mulai tampak. 
Tidak saja kaum wanita, kaum pria pun juga sudah banyak yang datang berkonsultasi karena ingin mengurangi kerut ini. 
Cara yang menurut saya paling ideal untuk masalah kerut Frown Lines adalah dengan injeksi Botox. 

Injeksi Botox dilakukan dalam 1 sesi kunjungan, bila dibutuhkan dapat dilakukan touch up 2 minggu setelahnya. Hasil akan mulait tampak dalam 3 - 7 hari, dan menjadi optimal setelah 2 minggu. 
Selanjutnya hasil bertahan selama 4 - 6 bulan. Setelah itu dilakukan sesi Botox ulang. 

Efek samping Botox area Frown Lines hampit tidak ada, dan umumnya terbatas pada bruising/ lebam yang bersifat sementara dan hilang dalam beberapa hari - minggu. 

Sebelum pengerjaan umumnya diberikan krim anestesi untuk mengurangi rasa tidak nyaman selama 30 - 60 menit. Setelah itu dilakukan injeksi Botox yang umumnya tidak lebih dari 30 menit. Setelah tindakan umumnya tidak terlalu terlihat/ mengganggu kegiatan/aktivitas sehari-hari. Pasien dapat kembali beraktivitas normal seperti biasa.  

Berikut adalah beberapa contoh foto before - after Botox Frown Lines yang says dapat dari website Botox resmi.  Seluruh foto yang ditampilkan di sini bukan merupakan foto saya dan bukan merupakan foto pasien saya. 


Disadur dari www.botoxcosmetic.com

Disadur dari www.botoxcosmetic.com

Disadur dari www.botoxcosmetic.com
Demikian penjelasan singkat tentang Botox untuk Frown Lines. Mudah-mudahan dapat memberi pengetahuan tambahan untuk teman-teman ya.. 

Salam kulit sehat!