Selasa, 26 April 2016

VIDEO : Tips praktis pencegahan jerawat

Bosan dengan jerawat yang tak kunjung hilang?
Yuk simak video ini..
Supaya wajah bersih bebas jerawat bukan cuma mimpi..

Salam kulit sehat..


Senin, 25 April 2016

LASER/IPL Hair Reduction - prosedur mengurangi bulu/rambut yang tidak diinginkan

Disadur dari http-//www.consultingroom.com/
Prosedur untuk menghilangkan rambut dan bulu termasuk salah satu treatment yang banyak diminati oleh pasien. Dahulu hanya wanita yang tertarik dengan prosedur ini, tetapi dengan perkembangan jaman, kini kaum pria pun juga banyak yang menginginkan treatment ini, terutama para pria yang ingin tampil kelimis rapi tanpa bulu berlebihan di wajah.
Untuk wanita, area yang menjadi favorit adalah ketiak (underarm) dan bikini line.
Berbagai klinik pun marak mempromosikan prosedur hair removal dengan berbagai alat laser ataupun sinar, dengan range harga yang amat lebar, dari murah hingga mahal.
Walaupun relative aman, prosedur ini cukup beresiko apabila dikerjakan dengan tanpa keahlian yang memadai, dan juga apabila persiapan dan post treatmentnya kurang sesuai.
Nah sebelum melakukan prosedur ini, sudahkah teman-teman tahu,
apa saja persiapan yang harus dilakukan, apa saja yang harus ditanyakan ke dokter saat konsultasi, apa saja efek samping yang mungkin terjadi
Yuuuk kita bahas bersama…

Laser/IPL memainkan peran penting dalam mengobati berbagai kondisi pada kulit, rambut, dan kuku. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak kemajuan telah dibuat dalam kedokteran laser.
Salah satu kemajuannya adalah dalam Laser/IPL hair reduction. Di masa lalu, hanya orang-orang dengan rambut gelap/hitam dan kulit terang/putih yang dengan aman bisa melakukan prosedur Laser/IPL hair reduction. Kini, Laser/IPL hair reduction adalah pilihan pengobatan untuk semua jenis kulit dan semua warna rambut. Tentunya aser hair removal harus dilakukan sangat hati-hati pada pasien ini. Dermatologists tahu apa yang harus mengambil tindakan pencegahan untuk memberikan Laser hair removal aman dan efektif.
Sebelum kita memutuskan apakah prosedur ini tepat untuk kita, berikut fakta-fakta yang harus ditinjau :

PENTING untuk diingat :
Laser/IPL hair reduction bisa berbahaya di tangan yang tidak berpengalaman. Luka bakar dan lepuh, perubahan permanen warna kulit area yang dikerjakan, dan bekas luka/skar permanen dapat terjadi.
Risiko kemungkinan efek samping akan sangat berkurang bila prosedur dilakukan oleh seorang dokter yang sudah terampil dalam menggunakan laser/IPL nya dan memiliki pengetahuan yang mendalam tentang kulit dan rambut.

Kapan harus mulai mempertimbangkan prosedur Laser/IPL hair reduction?
Bila kita memiliki bulu berlebihan, namun sudah bosan mencukur, mencabut, atau waxing. Juga bila mulai timbul benjolan-benjolan kecil seperti jerawat di area yang sering di cabut/cukur/waxing.

Apa yang terjadi dalam prosedur Laser/IPL hair reduction?
Berkat kemajuan teknologi, dermatologis kini umumnya menggunakan laser atai IPL  untuk menghilangkan rambut wajah dan tubuh yang tidak diinginkan dengan aman dan efektif.
Menghilangkan rambut yang tidak diinginkan umumnya membutuhkan beberapa sesi terapi. Kebanyakan pasien membutuhkan antara 2 sampai 6 sesi. Setelah itu, sebagian besar pasien sudah merasa puas. Rambut yang tumbuh jumlahnya sedikit, tumbuhnya lambat,  rambut lebih tipis halus dan warnanya tidak terlalu pekat/hitam. Setelah beberapa tahun, umumnya rambut perlahan tumbuh kembali walaupun tidak seperti awal. Prosedur touch up dapat dilakukan pada fase ini.

Berikut mekanisme menghilangkan rambut dengan Laser/IPL : 

Disadur dari http-//www.purerejuvenation.ca/

Laser/IPL Hair Reduction dapat digunakan untuk area mana saja ya?
Alat-alat ini telah dirancang untuk aman digunakan pada sebagian besar bagian tubuh. Umumnya juga alat aman dan efektif untuk digunakan pada area yang luas. Daerah yang sering dikerjakan adalah:
◦ Punggung
◦ Bikini Line
◦ Dada.
◦ Wajah, terutama bibir atas dan dagu
◦ Leher/Rahang
dan lain-lain

Apa yang terjadi selama Laser/IPL hair reduction?
Sebelum pengobatan, area yang akan diobati akan dibersihkan dan dioleskan krim anestesi (krim kebal/anti sakit). Dibutuhkan sekitar 30 sampai 60 menit untuk krim anestesi diserap kulit dan bekerja.
Perawatan laser/IPL akan berlangsung di ruang khusus untuk perawatan laser/IPL. Semua orang di ruangan tersebut harus memakai kacamata pelindung selama prosedur.
Untuk melakukan prosedur, kulit dibersihkan dari krim anestesi dan dioleskan gel pelindung. Setelah itu dermatologis akan menentukan parameter laser/IPL sesuai kondisi kulit dan rambut area yang dikerjakan. Banyak pasien mengatakan bahwa tembakan laser/IPL terasa seperti di’jepret’ dengan karet gelang. Saat laser/IPL menembak, rambut akan ter-evaporasi dan umumnya ada sedikit asap yang memiliki bau khas seperti belerang.
Berapa lama prosedur berlangsung tergantung pada ukuran daerah yang dikerjakan. Area bibir atas hanya akan memakan waktu beberapa menit. Pada area yang luas seperti punggung atau kaki, prosedur dapat berlangsung lebih dari satu jam.

Apa yang harus dilakukan setelah prosedur Laser/IPL hair reduction?
Untuk menghindari efek samping yang mungkin terjadi, semua pasien harus melindungi kulit dari sinar matahari. Setelah Laser/IPL hair reduction, kita harus:
◦ Hindari sinar matahari langsung pada area kulit yang dilakukan prosedur.
◦ Ikuti petunjuk setelah perawatan dermatologis yang melakukan prosedur.

Umumnya kulit tampak kemerahan dan ada titik-titik bengkak kemerahan kecil di area folikel rambut setelah prosedur. Hal ini sering terlihat seperti kulit yang terbakar ringan. Kompres dingin dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan pada area prosedur.

Apakah ada downtime setelah prosedur Laser/IPL hair reduction?
Tidak ada downtime yang berarti. Laser/IPL hair reduction umumnya tidak ada downtime yang memerlukan pasien untuk membatasi pekerjaannya (kecuali paparan sinar matahari langsung).


Butuh berapa kali sesi Laser/IPL hair reduction untuk mendapatkan hasil?
Untuk mendapatkan hasil yang signifikan, kebanyakan pasien perlu 2 sampai 6 kali prosedur. Setelah menyelesaikan serial prosedur, kebanyakan pasien tidak melihat rambut apapun pada kulit area tersebut selama beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun. Ketika rambut mulai sedikit tumbuh kembali, umumnya rambut tumbuh lebih sedikit, lebih lambat, lebih halus dan tidak terlalu hitam.

Kapan hasil dari prosedur Laser/IPL hair reduction mulai terlihat?
Hasil bervariasi dari pasien ke pasien. Faktor yang mempengaruhi hasil anatara lain : warna dan ketebalan rambut, daerah yang dilakukan, jenis laser/IPL yang digunakan, dan warna kulit pasien. Semua faktor ini  mempengaruhi hasil. Umumnya kita mengharapkan pengurangan 10% sampai 15% pada rambut setelah prosedur pertama dilakukan.

Berapa lama hasil Laser/IPL hair reduction akan bertahan?
Kebanyakan pasien tetap merasa puas dengan hasilnya yang bertahan hingga berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Bila rambut mulai sedikit tumbuh, umumnya dibutuhkan prosedur touch up ringan.

Apa efek samping yang mungkin timbul dari prosedur Laser/IPL hair reduction?
Umumnya efek samping yang muncul adalah ringan dan akan menghilang dalam 1 – 3 hingga 7 hari tergantung kondisi kulit tiap pasien.
Efek yang memang umumnya timbul setelah prosedur adalah :
◦. Rasa tidak nyaman atau perih ringan di area prosedur
  Bintik-bintik kemerahan menimbul di area folikel rambut yang dikerjakan
◦ Kemerahan pada kulit sekitar

Efek samping lain yang jarang timbul namun bisa terjadi adalah :
◦ Lepuh
◦ Kulit di area prosedur menghitam 
◦ Kambuhnya infeksi Herpes simpleks
◦ Infeksi sekunder
◦ Rambut di area prosedur tumbuh lebih lebat dari awalnya

Umumnya semua efek samping ini bersifat sementara akan akan menghilang dengan waktu. Namun walaupun jarang, ada beberapa kondisi yang akan menyisakan bekas yang permanen.

Untuk itu, penting untuk mengikuti petunjuk dermatologis. Dengan mengikuti petunjuk persiapan sebelum prosedur dan petunjuk setelah prosedur akan sangat mengurangi risiko efek samping.

Berikut beberapa tips untuk mendapatkan terapi Laser/IPL hair reduction yang aman dan efektif :
1.    Carilah informasi mengenai dermatologis yang akan mengerjakan terapi Laser/IPL hair reduction
2.    Aktif bertanya saat konsultasi untuk mendapatkan informasi lengkap tentang tindakan Laser/IPL hair reduction yang akan dilakukan, mulai dari persiapan, prosedur, paska tindakan, risiko efek samping dan pencegahannya, jumlah sesi yang dibutuhkan, dan biaya.  
3.    Berikan informasi lengkap ke dermatologis mengenai kondisi kulit, terutama bila ada riwayat : keloid, mudah memiliki bekas luka, kulit baru saja banyak terpajan matahari langsung dan juga bila minum obat-obatan tertentu (pengencer darah, aspirin, isotretinoin).
4.    Ikuti petunjuk dermatologis untuk terapi paska tindakan Laser/IPL hair reduction
5.    Setelah tindakan Laser/IPL hair reduction, sebaiknya menghindari matahari berlebih dan selalu menggunakan tabir surya 30 menit sebelum terpajan matahari. Pilih tabir surya dengan SPF 30+ dan tahan air.

Demikian penjelasan mengenai prosedur Laser/IPL hair reduction.
Semoga jelas ya…


Salam kulit sehat…

Senin, 11 April 2016

Terima Kasih

Halo teman-teman...

Saya ingin mengucapkan terima kasih atas apresiasi teman-teman untuk blog ini, yang pastinya membuat saya lebih bersemangat lagi untuk menulis dan berbagi ilmu dengan teman-teman semua..

Saya senang sekali, setiap harinya banyak pertanyaan yang masuk. Namun mohon maaf karena waktu saya yang masih harus dibagi dengan praktek dan keluarga, maka sulit untuk dijawab secara cepat..
Saat ini masih ratusan pertanyaan yang masih menanti untuk saya jawab.. Mohon kesabaran teman-teman ya..

Banyak juga teman-teman yang request untuk membahas topik tertentu, yang juga belum banyak bisa saya penuhi karena keterbatasan waktu. Perlahan bertahap, saya akan coba tulis ya...

Sedikit mengingatkan teman-teman, batasan untuk pertanyaan ada di laman ABC Tanya Jawab ya..
Di situ saya mencantumkan hal-hal yang mohon maaf tidak bisa saya jawab.

Sekali lagi terima kasih atas respons teman-teman..
Senang sekali bisa membantu teman-teman dengan info yang saya berikan..

Salam kulit sehat..
Disadur dari https://communicationcompanysb.files.wordpress.com/

Minggu, 20 Maret 2016

Creeping Eruption (Cutaneous Larva Migrans) : penyakit lama yang muncul kembali..



Akhir-akhir ini, di praktek sehari-hari saya kembali mendapatkan penyakit kulit yang sudah beberapa tahun ini jarang sekali saya temui..
Yaitu creeping eruptions atau cutaneous larva migrans..

Penyakit ini sekali lihat pasti langsung ingat karena bentuknya yang khas..
Pengobatannya sebetulnya mudah dan murah, hanya sayangnya obatnya sangat sulit di dapat saat ini di Jakarta..
Selama belum diobati, penyakit ini cepat menjalar..
Pasien yang dalam 1 minggu belum berhasil mendapatkan obat minum yang diresepkan, kelainan kulitnya sudah jauh meluas dibandingkan sebelumnya..

Yuk kita belajar bersama tentang penyakit ini, supaya kalau ada anak atau saudara atau mungkin kita sendiri terkena, kita bisa segera berobat untuk mendapatkan terapinya sebelum penyakitnya meluas..

Apa itu Cutaneous Larva Migrans (CLM)?
Cutaneous larva migrans (CLM) adalah penyakit kulit tropis yang sudah ditemukan lebih dari 100 tahun yang lalu. CLM disebabkan oleh infestasi parasit yang masuk ke lapisan kulit manusia.

Bagaimana manusia dapat terinfestasi oleh parasit CLM ini?
Siklus hidup parasit dimulai ketika telur ikut keluar dari kotoran hewan ke tanah yang hangat, lembab dan berpasir. Larva kemudian menetas di tanah dan hidup dari bakteri di tanah. Bila larva berkontak dengan kulit manusia, larva akan menembus folikel, celah, atau kulit  menggunakan enzim protease. Setelah menembus stratum korneum, larva melepaskan kutikula alami dan mulai bermigrasi di kulit dalam beberapa hari.
Pada host hewan alami mereka, larva CLM kulit mampu menembus ke dalam dermis dan ikut masuk sistem limfatik dan vena ke paru-paru. Mereka menerobos ke dalam alveoli dan bermigrasi ke trakea, di mana larva akan tertelan. Dalam usus, mereka dewasa secara seksual, dan siklus dimulai lagi dengan telur  yang ikut keluar bersama kotoran hewan.
Manusia bukan host alami dari CLM, dan larva tidak memiliki enzim kolagenase yang dibutuhkan untuk menembus membran basal epidermis untuk masuk ke dermis. Oleh karena itu, bila manusia terinfeksi CLM, maka infeksi nya hanya terbatas di kulit saja.

Usia berapa umumnya yang terkena CLM? 
Sebetulnya CLM bisa menyerang usia berapapun, yang terpenting adalah adanya kontak dengan larva CLM. Namun anak-anak lebih sering dibandingkan dengan orang dewasa.

Apa saja gejala CLM ya?
• Rasa kesemutan / menusuk di lokasi kontak dalam waktu 30 menit dari penetrasi larva
• gatal berat
• kelainan kulit seperti garis merah berkelok-kelok yang terus bergerak maju
• Sering dikaitkan dengan riwayat berjemur, berjalan tanpa alas kaki di pantai, atau kegiatan-kegiatan di alam terbuka di daerah tropis

Siapa saja yang rentan terkena CLM ya?
Orang yang hobi dan pekerjaannya melibatkan kontak dengan tanah yang hangat lembab dan berpasir :
• Wisatawan/ turis di daerah tropis
• Pengunjung pantai yang sering tanpa alas kaki
• Anak-anak yang sering bermain di kotak pasir
• Tukang kayu
• Montir listrik
• Tukang Air / Ledeng
• Petani
• Orang yang senang berkebun

Kelainan kulit CLM terlihat seperti apa ya?
Tanda-tanda kulit dari cutaneous larva migrans (CLM) adalah :
• Lesi garis berkelok-kelok (serpiginous/seperti ular), sedikit lebih tinggi dari permukaan kulit, sererti terowongan yang kemerahan, lebarnya 2 sampai 3 mm
• dermatitis nonspesifik
• Vesikel dengan cairan bening
• Infeksi sekunder
• Lesi bergerak maju 1-2 cm / hari

CLM di kulit daerah paha dekat lutut
CLM di kulit lengan bawah 


Di mana biasanya lokasi CLM ya?
Lesi biasanya ditemukan pada ekstremitas bawah distal, termasuk punggung kaki dan ruang interdigital dari jari-jari kaki, tetapi juga dapat terjadi di wilayah anogenital, pantat, tangan, dan lutut.

Apa ya parasit penyebab CLM ya?
• Ancylostoma braziliense (cacing tambang pada anjing dan kucing) adalah penyebab paling umum.
• Ancylostoma caninum (cacing tambang anjing) ditemukan di Australia.
• Uncinaria stenocephala (cacing tambang anjing) ditemukan di Eropa.
• Bunostomum phlebotomum (sapi cacing tambang)

Walaupun jarang, bisa juga disebabkan oleh :
• Ancylostoma ceylonicum
• Ancylostoma tubaeforme (cacing tambang kucing)
• Necator americanus (cacing tambang manusia)
• Strongyloides papillosus (parasit pada domba, kambing, dan sapi)
• Strongyloides westeri (parasit kuda)
• Ancylostoma duodenale

Bagaimana mengobati CLM ya?
Meskipun terkadang CLM bisa sembuh sendiri, gatalnya yang berat dan  dan adanya risiko infeksi membuat CLM wajib diobati.
Pencegahan adalah kunci utama dan penting untuk menghindari kontak kulit langsung dengan tanah yang terkontaminasi.
Sebelum tahun 1960-an, modalitas topikal seperti etil klorida semprot, nitrogen cair, fenol, dioksida karbon, piperazine sitrat, elektrokauter, dan terapi radiasi digunakan namun keberhasilannya tidak memuaskan karena CLM mungkin tidak mati. Kemoterapi dengan klorokuin, antimon, dan dietilkarbamazin juga tidak memuaskan.

Thiabendazole saat ini merupakan obat pilihan untuk CLM, dapat digunakan topikal digunakan untuk lesi awal yang masih terlokalisasi. Penggunaan oral digunakan untuk lesi yang luas atau bila pengobatan topikal tidak berhasil. Sayangnya obat ini sulit didapatkan di Jakarta.

Pengobatan alternatif yang efektif lainnya termasuk albendazole, mebendazole, dan ivermectin. Dengan pengobatan, maka gatal akan jauh berkurang dalam waktu 24-48 jam dan lesi kulit sembuh dalam 1 minggu. Antibiotik diberikan bila ada infeksi bakteri sekunde. Sebagai terapi alternatif, Cryotherapy dengan nitrogen cair dapat digunakan di ujung aktif terowongan di kulit.

Saat ini, albendazole dapat ditemukan di Jakarta walaupun sangat sulit. Bila sulit ditemukan, biasanya saya menggunakan Cryotherapy dengan nitrogen cair walaupun butuh beberapa sesi untuk mendapatkan hasil yang efektif.

Bila memungkinkan, pengobatan dengan albendazole selalu menjadi pilihan saya. Harganya murah dan hasilnya cepat. Setelah minum albendazole 3-5 hari, lesi kulit mengering dan berangsur sembuh. Cryotherapy membutuhkan biaya lebih mahal, hasil lebih lama, dan bekas penyembuhan yang lama hilangnya. 


Demikian, mudah-mudahan jelas ya..
Salam kulit sehat..

Kamis, 10 Maret 2016

Bahas Lengkap Kutil Kelamin Yuk...

“Dok… ada benjolan di kelamin saya dok… Bahaya tidak ya dok?”

Pertanyaan ini makin sering saya temui di praktek, ditanyakan oleh laki-laki maupun perempuan, tua muda, menikah dan masih belum menikah.

Umumnya mereka sudah search di internet dan datang dengan takut.. Takut ini berbahaya bagi dirinya dan masa depannya.. takut menulari pasangannya di rumah.. takut menjadi sulit punya anak kelak bila menikah… dan lain-lain..

Dari hasil berdiskusi dengan mereka, umumnya pengetahuan yang didapat dari internet tidak sepenuhnya benar, terkadang lebih banyak salahnya daripada betulnya..

Jadi dengan bahasan ini, mudah-mudahan dapat memberikan informasi yang tepat dan benar tentang kutil kelamin dan cara pengobatan yang tepat…

Artikel dibawah ini saya rangkum dari berbagai sumber.
Yuk kita bahas bersama…

Apa sih kutil kelamin itu?

Kutil kelamin atau yang disebut kondiloma akuminata dalam istilah medis., merupakan kutil yang muncul di daerah genital, bisa ditemukan 1 buah atau berkelompok.
Seseorang tertular kutil tersebut dari kontak dengan orang lain yang sudah terinfeksi virus human papillomavirus (HPV).
HPV adalah virus yang umum ditemukan di bidang infeksi menular seksual. Penularan bisa terjadi bahkan bila kita belum dapat melihat kutilnya.  
Dari 100 lebih jenis HPV, hanya beberapa dapat menyebabkan kutil kelamin. Beberapa jenis HPV dapat menyebabkan kanker serviks. jenis lainnya dapat menyebabkan kanker dubur/anus, kanker penis, atau kanker mulut dan tenggorokan. Seseorang dapat tertular lebih dari satu jenis HPV.
Ada banyak cara untuk mengobati kutil kelamin, namun umumnya membutuhkan lebih dari satu kunjungan ke dermatologis.

Apa saja ya tanda dan gejala kutil kelamin?

Kutil kelamin dapat muncul dalam berbagai ukuran dan bentuk.

Tanda-tanda yang paling umum adalah:
Benjolan kecil dan tersebar yang sewarna kulit atau sedikit lebih gelap dari kulit.
Benjolan berkelompok yang terlihat seperti kembang kol.
Pertumbuhan di daerah genital yang lebih tinggi atau rata dengan permukaan kulit,  dan dapat halus atau kasar.

Kutil kelamin seringkali tidak menunjukkan gejala, walaupun terkadang terasa gatal, panas, nyeri, atau berdarah.

Pada pria, biasanya ditemukan di :
·      Penis
·      Skrotum
·      Paha dalam atas
·      Selangkangan

Pada wanita, biasanya ditemukan di :
·      Vulva (Bibir vagina luar)
·      Vagina
·      Serviks
·      Selangkangan

Berikut adalah gambaran klinis dari kutil kelamin yang saya cari dari web, jadi bukan foto dari pasien saya ya..


http-//www.womenshealthmag.com/

http-//yourstdhelp.com/images/genitalwartpic


Pada wanita dan pria yang melakukan oral seks dengan partner yang telah terinfeksi:
·      Dalam mulut atau tenggorokan

Pada wanita & pria yang melakukan anal seks dengan partner yang telah terinfeksi : 
·      Dalam atau di sekitar anus

Siapa yang bisa tertular kutil kelamin?

Siapapun yang melakukan hubungan seks bisa tertular HPV,  human papillomavirus (HPV), virus yang menyebabkan kutil kelamin. Setidaknya setengah dari orang-orang yang telah berhubungan seks telah terinfeksi HPV.
Tidak semua orang yang terinfeksi HPV akan memiliki kutil kelamin. Kebanyakan orang tidak memiliki kutil ini karena sistem kekebalan tubuh nya yang baik dalam melawan virus. Virus akan hilang dalam beberapa tahun dan kemudian tidak lagi menular.
Orang-orang yang memiliki sistem kekebalan yang lemah mungkin tidak mampu melawan virus. Ketika tubuh tidak dapat melawan HPV, maka kutil kelamin dapat tumbuh. Sistem kekebalan tubuh seseorang dapat menjadi lemah dari penyakit seperti kanker atau HIV/AIDS.
Kadang-kadang anak dapat memiliki kutil kelamin. Hal ini jarang terjadi, tetapi seorang ibu yang terinfeksi dapat menularkan virus kepada bayinya saat melahirkan. Kutil mungkin tidak muncul segera. Kutil kelamin pada anak juga dapat menjadi tanda pelecehan/kekerasan seksual pada anak.

Bagaimana cara penularan kutil kelamin?

Kutil kelamin menyebar dari orang yang memiliki HPV ke orang lain melalui:
·      Sex (vaginal, anal, ataupun oral)
·      Kontak genital (saling bersentuhan alat kelamin)
·      Melahirkan (dari ibu yang terinfeksi kepada bayi)

Bagaimana dermatologis mendiagnosis kutil kelamin?

Orang sering merasa malu dengan pertumbuhan di daerah genital mereka dan tidak berobat ke dermatologis. Namun berobat ke dermatologis sebetulnya  akan memberikan ketenangan pikiran dan hati  karena dermatologis akan memberikan diagnosis dan pengobatan yang tepat.
Dermatologis dapat mendiagnosis kutil kelamin dengan pemeriksaan fisik saat konsultasi.

Bagaimana dermatologis mengobati kutil kelamin?

Walaupun jarang, beberapa kutil kelamin dapat hilang tanpa pengobatan.
Namun sebaiknya bila diagnosis sudah jelas, segera dilakukan terapi untuk menghilangkannya tanpa menunggu terlalu lama, karena pengobatan bermanfaat untuk :
·      Menurunkan resiko penyebaran virus.
·      Dapat meredakan rasa sakit dan gatal.

Jika ingin mengobati kulit kelamin, sebaiknya berobat ke dermatologis dan jangan menggunakan obat bebas tanpa resep dokter yang tidak jelas kandungan bahan aktifnya.  

Ada beberapa pilihan pengobatan untuk kutil kelamin. Sebelum menentukan pengobatan, dermatologis akan mempertimbangkan banyak hal, termasuk jumlah kutil, lokasi kutil, dan kondisi pasien secara keseluruhan.

Berikut berbagai perawatan untuk kutil kelamin:

Terapi/tindakan di Klinik yang umum dilakukan dermatologis:
·      Eksisi (memotong kutil)
·      Cryosurgery (bedah beku dengan semprotan nitrogen cair)
·      Laser CO2 (menghancurkan kutil dengan sinar laser)
·      Elektrokauter (menghancurkan kutil dengan arus listrik)
Dari pilihan-pilihan ini, yang paling sering saya gunakan adalah Elektrocauter yang dikombinasi dengan laser CO2.  Umumnya dibutuhkan beberapa kali sesi terapi untuk membersihkan seluruh kutil yang ada. Interval tindakan yang ideal 3-4 minggu/kali.

Penting diingat bahwa terapi/tindakan akan menghilangkan kutil yang terlihat, tetapi mungkin tidak dapat menyingkirkan virus secara keseluruhan. Jika masih ada virus, maka kutil dapat kembuh kembali. Dan jika masih ada virus, maka virus tetap dapat menyebar melalui hubungan seks. Rutin memakai kondom saat berhubungan seks dapat mengurangi risiko penyebaran virus.

Apakah ada tips untuk pencegahan kutil kelamin?
Menghindari perilaku seks pranikah dan selalu setia pada 1 pasangan setelah menikah adalah cara terbaik pencegahan infeksi menular seksual, termasuk kutil kelamin.

Selain itu, kini risiko terkena infeksi HPV dan kutil kelamin dapat dikurangi dengan melakukan vaksinasi HPV. Vaksinasi dilakukan pada usia antara 9 hingga 26 tahun. Ada 2 jenis vaksin HPV. Kedua vaksin HPV dapat membantu melindungi kaum wanita dari sebagian besar jenis kanker serviks.
Khusus jenis vaksin yang "quadrivalent,"  dapat melindungi terhadap 4 jenis HPV. Vaksin ini untuk pria dan wanita usia 9 sampai 26 tahun. Vaksin ini dapat mencegah jenis HPV yang paling sering menyebabkan kutil kelamin. Vaksin dilakukan dalam 3 sesi. Untuk manfaat paling besar, 3 sesi vaksin harus dilakukan pada saat belum pernah melakukan hubungan seksual. 

Apakah cukup menggunakan kondom untuk terhindar dari kutil kelamin?
Pemakaian kondom lateks saat hubungan seksual dapat membantu mengurangi risiko terkena kutil kelamin. Namun, karena kondom tidak mencakup seluruh kulit di area kelamin, maka kondom tidak selalu mencegah orang yang terinfeksi menyebar HPV. Artinya, walaupun sudah menggunakan kondom, tetap ada risiko tertular kutil kelamin.

Bagaimana dengan pasangan seks?
Satu-satunya cara pasti untuk mencegah HPV adalah dengan tetap selibat (tidak pernah berhubungan seks - oral, anal, atau vagina) bila belum menikah. Pada yang sudah menikah cara terbaik adalah dengan setia pada 1 pasangan. Batasi jumlah pasangan seks. Memiliki banyak pasangan seks meningkatkan risiko terkena HPV.

Apakah ada hubungan dengan merokok?
Ya betul, sebaiknya berhenti merokok. Penelitian telah menemukan bahwa perokok memiliki risiko lebih tinggi untuk mendapatkan kutil kelamin dibandingkan non-perokok.

Berikut adalah tips praktis untuk kutil kelamin :
Ada berbagai macam kutil. Maka jangan menggunakan obat untuk mengobati jenis kutil lain. Obat yang cocok untuk mengobati kutil umum, atau  kutil kaki, tidak cocok untuk kutil kelamin. Berobatlah ke dermatologis untuk mengobati kutil kelamin.
Beritahu pasangan seks Anda Anda memiliki kutil kelamin. Mereka juga harus ke dermatologis. Mereka berhak mendapatkan pengobatan juga. Seringkali pasien dengan kutil kelamin menolak untuk memberi tahu pasangan nya, hal ini sebetulnya sangat merugikan pasangan.

Tips khusus untuk Wanita :
Pada wanita yang pernah terkena kutil kelamin, walaupun telah selesai pengobatan, harus rutin mengerjakan pemeriksaan Pap Smear. Pap Smear adalah cara terbaik untuk mendeteksi perubahan abnormal pada fase awal di serviks. Hal ini dapat mencegah kematian akibat kanker serviks.

Demikian ..
Mudah-mudahan jelas ya…


Salam kulit sehat..