Tampilkan postingan dengan label penyebab jerawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyebab jerawat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Februari 2014

Berjerawat? Yuk coba kurangi makanan manis dan susu..

Hubungan antara jerawat dan makanan sampai saat ini masih kontroversial. Beberapa ahli berpendapat makanan tidak ada hubungan dengan jerawat. Namun beberapa ahli lain berpendapat makanan tertentu dapat berhubungan dengan jerawat. 

Berikut adalah salah satu hasil penelitian terakhir yang dipublikasi di Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics bulan Januari lalu, yang menemukan hubungan jerawat dengan konsumsi makanan yang tinggi gula dan susu. 

Berikut rangkuman hasil penelitian mereka.. 

Populasi dewasa muda dengan jerawat derajat sedang sampai berat dilaporkan mengkonsumsi makanan dengan indeks glikemik yang lebih tinggi dan lebih banyak gula dan susu dibandingkan dengan mereka yang sedikit jerawatnya.  

Walaupun penelitian ini belum dikonfirmasi oleh uji coba terkontrol namun hasil awal ini menunjukkan bahwa dermatologis dapat menganalisa perlukah menambahkan perubahan diet untuk resep perawatan jerawat pada pasien. Tentunya pendekatan terbaik adalah penilaian pola diet individu, tiap pasien tentunya berbeda. Jika memang dinilai sesuai, maka diet rendah gula (rendah indeks glikemik) dan rendah susu dapat dicoba dilakukan sebagai upaya untuk membantu mengobati jerawat. 

Studi ini melibatkan 248 sukarelawan berusia 18 hingga 25 tahun . Para peserta melaporkan pada tingkat keparahan jerawat mereka, apa yang mereka makan setiap hari , dan juga yang makanan yang mereka pikir mungkin memperburuk jerawat mereka .

Hasil anĂ¡lisis studi ini adalah :

Pasien yang memiliki jerawat sedang sampai berat makan makanan dengan indeks glikemik tinggi . Mereka memiliki GI rata-rata 51,8 , dibandingkan dengan 49,6 bagi mereka dengan jerawat ringan dan 48,9 bagi mereka yang tidak jerawat. 

Pasien juga melaporkan mengkonsumsi lebih banyak gula , 199 g / hari , dibandingkan dengan 56,4 g / hari bagi mereka yang tanpa jerawat.

Pasien juga minum lebih banyak susu ( 0,7 vs 0,3 cangkir ) , dan makan lebih banyak lemak trans ( 9,6 vs 2,4 g / hari ) dan lemak jenuh ( 31 vs 15,6 g / hari ).

Pasien juga makan ikan kurang dari mereka yang tidak jerawat : 0,2 vs 0,7 ons.

Tidak ada perbedaan dalam konsumsi buah dan sayuran .

Tentunya dibutuhkan studi lebih lanjut untuk menentukan pasti apakah makanan dapat menyebabkan atau bahkan mempengaruhi tingkat keparahan jerawat.

Namun, hasil studi ini dapat sedikit banyak membantu dermatologis untuk memberikan nasihat dalam hal makanan. 

Jadi, masih berjerawat? Yuk coba kurangi produk manis dan susu.. 

Salam kulit sehat.. 

Rabu, 29 September 2010

Apa sih penyebab jerawat?

Pertanyaan ini kelihatannya adalah pertanyaan wajib pasien jerawat yang datang berobat ke saya.. Tidak hanya pasien yang baru datang berobat yang bertanya tentang hal ini, terkadang pasien lama pun masih sering bertanya-tanya, “Apa sih dok penyebab jerawat saya kali ini? Rasanya sudah menghindari semua yang katanya bisa bikin jerawat kok masih muncul jerawat baru juga ya???”

Secara medis, berlawanan dengan mitos yang beredar luas di kalangan pasien, ternyata kacang dan coklat tidak menyebabkan jerawat. Nah, lalu apa dong yang menyebabkan jerawat?

Proses terjadinya jerawat dimulai sekitar 2-3 minggu sebelum muncul dipermukaan kulit. Begitu jerawat muncul, itu adalah tahap akhir dari sebuah proses yang panjang. Dimulai di muara folikel pilosebasea, sebuah lubang kecil yang kita kenal sebagai pori-pori. Jauh di dalam masing-masing folikel, kelenjar sebasea bekerja untuk menghasilkan sebum, minyak yang membuat kulit kita lembab dan lembut. Secara alami kulit selalu memperbaharui diri, sel-sel lama mati, bercampur dengan sebum, dan terkelupas. Dalam keadaan normal, proses terjadi secara bertahap dan tidak terlihat mata. 

Tetapi proses pengelupasan ini berbeda untuk setiap orang. Ada yang merata – ada yang tidak. Kalau tidak merata maka sel mati dapat menggumpal dan membentuk sumbatan - seperti gabus dalam botol. Sumbatan ini adalah komedo, yang terus bercampur dengan sebum dan bakteri di dalam folikel. Hasilnya folikel mulai membengkak karena produksi sebum terus terjadi. Tubuh kemudian berusaha membunuh bakteri dengan segerombolan sel darah putih, sehingga terjadi peradangan. 

Seluruh proses memakan waktu 2-3 minggu, hasilnya adalah jerawat oh jerawat. Jadi walaupun jerawat tidak muncul dalam semalam, seperti yang sering dikeluhkan pasien saya " Betul dok.. kemarin saya tidur belum ada, pagi ini tau-tau nongol.. Duh, mana ada acara penting weekend ini.. Gimana nih dok???" 

Berikut adalah penyebab utama jerawat:

Penyebab # 1: Hormon.
Bagi kebanyakan pasien jerawat, masalah dimulai saat pubertas, ketika tubuh mulai memproduksi hormon yang disebut androgen. Para orang tua yang mengantar anak remajanya berobat sering berkomentar’ “Biasa dok, jerawat genit dok..” Hehe karena kebetulan usia pubertas juga merupakan usia para remaja mulai bergenit ria. Nah sebetulnya bukan genitnya, tapi karena hormon ini menyebabkan kelenjar sebasea membesar. Pada penderita jerawat kelenjar sebasea terus dirangsang oleh androgen, dan ini dapat terus selama beberapa dekade. Pada kondisi ini, pasien akan terus bermasalah dengan jerawat walau sudah lewat masa pubertas, yang dikenal dengan jerawat dewasa (adult acne). Pasien ibu-ibu atau bapak-bapak dengan jerawat kadang mengeluh “ Dok, katanya kalo sudah menikah jerawat hilang. Kok saya sudah menikah dan punya anak tetap saja jerawatan. Kapan habisnya nih dok?” Hmm selama hormon ini masih terus merangsang kelenjar sebasea, apa daya jerawat akan terus muncul. Hormon androgen ini juga bertanggung jawab untuk kambuhnya jerawat yang berhubungan dengan siklus menstruasi dan kehamilan.

Penyebab # 2: Extra sebum.
Ketika kelenjar sebasea dirangsang oleh hormon androgen, sebum menghasilkan ekstra. Dalam perjalanannya sampai folikel ke permukaan kulit, sebum bercampur dengan bakteri kulit dan sel-sel kulit mati. Sebetulnya proses ini normal, tapi adanya sebum yang berlebihan dalam folikel meningkatkan kemungkinan penyumbatan - dan dapat menyebabkan komedo adan akhirnya jerawat. Jadi memang betul pendapat awam bahwa orang yang kulitnya berminyak lebih mudah mengalami jerawat.

Penyebab # 3: Sumbatan folikel.
Biasanya, sel-sel mati di dalam folikel secara bertahap dikeluarkan ke permukaan kulit. Tapi jika kelenjar sebasea terlalu aktif, sel-sel ini dilepaskan lebih cepat. Bercampur dengan sebum yang berlebihan, sel-sel kulit mati akhirnya membentuk sumbatan di folikel, mencegah kulit menyelesaikan proses pengelupasan alami. Sumbatan ini menyebabkan pertumbuhan bakteri meningkat yang ujung-ujungnya dapat menyebabkan jerawat.

Penyebab # 4: Bakteri.
Bakteri Propionibacterium acnes (P. acnes) adalah bakteri yang normal ditemukan di kulit. Namun bila folikel tersumbat, bakteri P. acnes berkembang biak dengan cepat, menciptakan reaksi kimia yang kita kenal sebagai peradangan pada kulit folikel dan sekitarnya. Hasilnya? Ya lagi-lagi jerawat..

Penyebab # 5: Peradangan.
Ketika tubuh menemukan bakteri yang tidak diinginkan, ia akan mengirimkan pasukan sel darah putih untuk menyerang. Proses ini disebut chemotaxis atau, respon inflamasi. Inilah yang menyebabkan jerawat menjadi merah, bengkak dan sakit. Respon inflamasi berbeda untuk setiap orang, namun penelitian telah menunjukkan bahwa respon ini sangat kuat pada wanita dewasa. Itulah sebabnya banyak wanita terus menderita jerawat baik setelah masa remaja mereka. Itulah juga mengapa pada kasus jerawat dewasa, kebanyakan pasien saya adalah wanita. 

Minggu, 03 Mei 2009

JERAWAT: Apa & Bagaimana

Jerawat dapat timbul di wajah, leher, dada, punggung, bahu dan lengan atas. Umumnya remaja sering bermasalah dengan jerawat, namun orang dewasa usia 20-40 tahun-an, bahkan lebih, juga dapat bermasalah dengan jerawat. Jerawat yang tidak diterapi dengan tepat dapat meninggalkan bekas. Untuk mencegahnya, penting untuk mengobati jerawat sejak dini. Bila telah terjadi bekas (warna kemerahan, warna kehitaman, lubang/skar) terapi skar akan dimulai setelah jerawat terkontrol. Terapi akan ditentukan sesuai kebutuhan & kondisi pasien.
JENIS & PENYEBAB JERAWAT  
Jerawat pada remaja disebabkan karena peningkatan hormon testosteron pada remaja pria dan wanita di masa pubertas, yang merangsang kelenjar minyak di kulit untuk membesar, memproduksi minyak dan menyumbat pori. Jerawat yang muncul pada usia dewasa dapat berhubungan dengan hormon, paska melahirkan, haid, menopause, kehamilan, dan obat/KB hormonal.
TERAPI
Sebelum memakai obat, baik krim/obat minum, informasikan kepada dokter bila anda sedang hamil/menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.
LAMA TERAPI 
Yang harus diingat saat memulai terapi untuk mengontrol jerawat yang ada dan mencegah timbulnya jerawat baru adalah bahwa proses ini membutuhkan waktu. Jerawat tidak hilang secara kiliat, umumnya butuh 2-3 bulan untuk mulai melihat hasil pengobatan. Untuk stabil, umumnya butuh 4-6 bulan. Setelah jerawat stabil, perlu terapi maintenance untuk mencegah kekambuhan jerawat. Kuncinya adalah rajin dan sabar.
OBAT TOPIKAL 
Sebaiknya cuci muka dan gunakan obat topikal 2-4 kali/hari. Dermatologis akan meresepkan obat topikal berupa krim, gel, ataupun lotion yang berisi berbagai bahan aktif seperti benzoil peroksida, antibiotik, sulfur, dan lain-lain untuk mengurangi pori yang tersumbat, mengeringkan jerawat dan membunuh bakteri penyebab jerawat. Pada pemakaian awal dapat timbul kekeringan dan pengelupasan yang ringan dan bersifat sementara.
OBAT ORAL 
Bila diperlukan, dermatologis akan memberikan obat oral untuk membunuh bakteri penyebab jerawat & mengurangi peradanagn. Antibiotik yang diminum seperti doksisiklin, minosiklin, klindamisin, linkomisin sering diresepkan.
Terapi Khusus 
Jangan memencet / menggaruk jerawat karena berisiko menjadi meradang, infeksi dan timbul skar. Bila diperlukan, dermatologis akan melakukan injeksi jerawat untuk mempercepat hilangnya jerawat yang besar (nodus) dan ekstraksi komedo atau milia. Pada wanita dengan jerawat hormonal, penggunaan pil KB /obat hormonal dapat membantu. Terapi dengan sinar biru, ACNE LIGHT THERAPY juga dapat membantu mempercepat sembuhnya jerawat.     
Apapun terapi yang digunakan, penting untuk memakai krim secara rajin dan teratur selama pengobatan dan setelah terkontrol (maintenance). Jerawat tidak dapat disembuhkan, namun dapat dikontrol.