Senin, 08 Juli 2013

Laser Smartxide, hilangkan skar yang mengganggu


Sudah lama saya ingin menulis tentang Smartxide. Tapi entah kenapa selalu terlupa dan saya end up menulis tentang topik lain.
Beberapa waktu lalu, saya teringat lagi setelah “diingatkan” oleh rekan pembaca,  Erik dari Balikpapan, untuk menulis tentang Smartxide.

Maka, yuk kita simak bersama ulasan saya tentang Smartxide..
Sengaja polanya saya copas dari Fraxel, supaya teman-teman lebih mudah untuk membandingkan ke-2nya ya..





Smartxide? Laser apa sih itu?
Smartxide (Sx) adalah prosedur laser yang membantu untuk meremajakan kulit. Smartxide termasuk jenis laser fractional, teknologi di mana ribuan kolom laser mikroskopis yang tidak terlihat mata - masing-masing hanya 1/10 diameter folikel rambut - mengobati area kulit pada suatu waktu tanpa mempengaruhi jaringan/kulit sehat sekitarnya. Kolom ini merangsang produksi kulit baru yang lebih baik, halus, sehat untuk menggantikan jaringan kulit yang rusak.


Apa sih perbedaan Smartxide dengan Fraxel dan dengan prosedur laser peremajaan kulit lainnya?
Di dunia laser, terdapat dua jenis perawatan laser yang tersedia untuk perawatan kulit/kosmetik; yaitu jenis laser ablatif dan jenis laser non-ablatif.
Perawatan ablatif menggunakan suhu tinggi untuk menguapkan jaringan kulit yang tidak diinginkan, hasilnya lebih efektif, tetapi dengan efek samping yang signifikan/nyata dan butuh beberapa minggu waktu pemulihan (downtime).
Sedangkan perawatan Non-ablatif, memiliki efek samping yang sangat sedikit dan downtime yang rendah, tetapi memerlukan perawatan berkali-kali untuk menghasilkan hasil, dan umumnya hasilnya tidak sedramatis perawatan ablatif.
Nah, Laser Smartxide dan Fraxel tidak termasuk kedalam kedua jenis perawatan ini, namun berada diantara keduanya. Mereka memberikan hasil efektif dan nyata hampir menyerupai pengobatan laser ablatif dengan downtime dan efek samping minimal seperti laser non ablatif. Jadi kita mendapatkan yang terbaik dari dua jenis perawatan tersebut: hasil yang dramatis dan downtimelebih sedikit.
Perbedaannya, Fraxel menggunakan sumber sinar laser Erbium Glass, sedangkan Smartxide menggunakan sumber sinar laser CO2. Perbedaan ini membuat, secara teoritis, Smartxide mampu mencapai kedalaman kulit lebih dibandingkan Fraxel, dimana hal ini penting dalam terapi masalah kulit yang dalam, misalnya akne skar. Namun penting juga diingat, tiap laser akan mempunyai profile risk dan benefit masing-masing, dan umumnya makin efektif laser, maka risiko efek samping juga makin tinggi.

Apa saja manfaat pengobatan Smartxide?
Smartxide dapat digunakan untuk berbagai masalah kulit di berbagai area kulit seperti wajah, leher, tangan, dan lain-lain.

Perbedaan lainnya lagi dengan Fraxel untuk masalah area pengerjaan, Fraxel lebih baik digunakan untuk 1 anatomical unit dibandingkan spot pada area kecil, sedangkan Smartxide dapat digunakan untuk spot area kecil. Jadi bila area yang akan diterapi terbatas/hanya spot / kecil, pilihan utama adalah Smartxide.

Manfaat utama Smartxide adalah:
·      Peremajaan kulit, kulit tampak lebih muda, halus, dan segar
·  Mengurangi garis halus dan kerutan di sekitar mata dan kulit wajah lain
·          Tekstur kulit membaik
·      Mengurangi skar bekas jerawat dan bekas luka bedah
·      Dan yang berbeda adalah efek tightening dari Smartxide lebih baik dari Fraxel. Sehingga lebih cocok untuk peremajaan pada usia diatas 30-40 tahun dimana tightening dibutuhkan.

Terlampir video untuk melihat efek tightening pada kolagen di kulit yang dikerjakan Smartxide. Video saya dapatkan dari vendor Smartxide dan bukan milik saya ya.. Tujuan saya share video ini untuk information & education purpose only. 


Selama ini Smartxide dan Fraxel merupakan laser pilihan saya untuk mengurangi skar bekas jerawat,  skar trauma lainnya yang bersifat setempat (spot) dan juga untuk peremajaan kulit.

Berikut beberapa foto before after laser Smartxide yang saya dapat dari vendor Smartxide. Semua foto merupakan hasil penelitian klinis dokter di luar negeri dan bukan merupakan foto pasien yang saya kerjakan. Sengaja semua nama dokter yang mengerjakan tetap saya sertakan. 


Smartxide untuk Skar Hipertrofik 

Smartxide untuk Skar Jerawat

Smartxide untuk Peremajaan, Kerut Halus, Sun Spots



Apakah ada persiapan sebelumnya melakukan perawatan Smartxide?
Smartxide harus dikerjakan pada kulit yang “primed”, yaitu sudah dipersiapkan sebelumnya dengan menggunakan krim perawatan harian dirumah selama 2-4 minggu sebelum jadwal Smartxide.
Krim perawatan diberikan sesuai dengan permasalahan dan jenis kulit pasien.

Bagaimana prosedur perawatan Smartxide?
Pertama, kulit dibersihkan. Kemudian, sekitar 60 menit sebelum perawatan, salep anestesi topikal akan dioleskan merata pada daerah
Prosedur Smartxide sendiri membutuhkan waktu 20 sampai 25 menit untuk seluruh wajah. Untuk area terbatas (spot), Smartxide selesai hanya dalam 5 – 10 menit.

Berapa kali perawatan yang dibutuhkan dan bagaimana jedanya?
Studi klinis menunjukkan bahwa rata-rata rangkaian pengobatan yang efektif adalah 4 sampai 6 sesi berjarak sekitar 4 minggu sekali.
Hasilnya biasanya mulai terlihat setelah 2 sampai 3 bulan.

Apakah perawatan Smartxide rasanya sakit?

Sebagian besar pasien menggambarkan sensasi panas selama perawatan. Untuk meminimalkan ketidaknyamanan, biasanya saya memberikan salep anestesi (kebal) yang lebih tebal dan merata 60 menit sebelum prosedur.
Berbeda dengan Fraxel, umumnya Smartxide jarang menggunakan Zimmer (udara dingin) yang juga akan mengurangi rasa panas, yang hampir selalu digunakan saat Fraxel. Dan umunya tidak harus minum obat minum anti sakit (yang juga sering diberikan untuk Fraxel) untuk diminum sebelum prosedur dimulai. 

Rasa sakit/panas ini umumnya hilang setelah prosedur selesai, paling lambat 1 jam setelahnya.

Berdasarkan pengalaman pasien yang pernah melakukan ke-dua prosedur baik Fraxel maupun Smartxide, level rasa sakit dan panas yang dirasakan saat tindakan, lebih minimal pada Smartxide. Dengan kata lain, Fraxel lebih sakit/panas dibandingkan Smartxide.


Apa yang terjadi setelah perawatan Fraxel?
Selama 24 jam pertama setelah perawatan, kulit terlihat merah dan mungkin tampak sedikit bengkak. Bengkak umumnya hilang setelah 1-2 hari, merah akan menghilang setelah 3-7 hari.
Selama 1 minggu setelah perawatan, akan diberikan petunjuk krim yang harus digunakan. Krim yang digunakan sehari-hari sementara dihentikan.

Perawatan apa yang harus dikerjakan dirumah?
Selalu oleskan tabir surya dengan SPF 30 atau lebih tinggi, hindari paparan sinar matahari berlebihan selama 3 bulan setelah pengobatan terakhir, dan pakai topi lebar atau payung ketika Anda di bawah sinar matahari langsung.
Selain itu, juga direkomendasikan krim perawatan untuk digunakan selama proses perawatan (4-6 bulan).

Apa efek samping yang dapat terjadi?
Intensitas dan durasi efek samping tergantung pada agresivitas pengobatan dan jenis kulit pasien.
Efek samping sementara yang dapat terjadi meliputi gatal-gatal ringan, kulit kering, mengelupas, dan kulit terlihat lebih gelap dan hiperpigmentasi (bercak gelap). Efek samping seperti  infeksi dan jaringan parut secara teoritis dapat terjadi walaupun jarang.

Sepanjang pengalaman, efek samping yang dapat ditemui pada kulit Asia adalah kemerahan yang berkepanjangan dan hiperpigmentasi, yang akan menghilang dalam 3-12 bulan setelah prosedur selesai. Efek samping lain jarang ditemukan. Efek samping seperti infeksi dan jaringan parut hampir tidak pernah ditemukan.

Walaupun belum diteliti secara pasti, berdasarkan pengalaman, secara umum efek samping Smartxide dan Fraxel mirip, hanya pada Smartxide dengan tipe jenis kulit yang sensitive atau tipe kulit yang rentan merah atau hiperpigmentasi, maka risiko merah dan hiperpigmentasi lebih tinggi dari Fraxel. 

Baik laser Smartxide maupun Fraxel, merupakan laser yang aman dan efektif, namun tetap memiliki risiko efek samping. Risiko efek samping ini akan meningkat pada pasien yang sehari-hari sering terkena panas dan sinar matahari, pasien yang tinggal di kota yang panas/sinar matahari kuat, dan pada pasien dengan kulit sensitif. 

Laser Smartxide tersedia di Erha Clinic Kemanggisan dan sampai saat ini, saya puas dengan hasilnya, terutama untuk mengurangi skar bekas jerawat dan untuk skar traumatik lokal/spot. 


Selasa, 11 Juni 2013

Fractional EpiRejuvenation Peeling dengan Fraxel Laser

Tagline Fraxel disadur dari www.fraxel.com
Hampir semua pasien yang datang untuk rejuvenation tentunya menginginkan kulitnya tampak segar bercahaya, sehat dan cerah.
Secara umum, proses rejuvenation dimulai dengan pemakaian krim pagi dan krim malam di rumah yang mengandung bahan yang berfungsi untuk merangsang pembentukan sel kulit dan kolagen baru. Selanjutnya dapat dilakukan berbagai pilihan terapi seperti Chemical Peeling, Microdermabration, dan Laser Photorejuvenation. 

Laser Photorejuvenation yang paling sering digunakan adalah Laser Revlite, dan selanjutnya Laser V-beam Perfecta. Sebagian besar pasien yang telah melakukan proses Laser Photorejuvenation secara teratur umumnya puas dengan hasilnya. Kulit menjadi lebih kencang, wajah lebih bercahaya, warna kulit wajah lebih merata.
Namun, terkadang, apabila permasalahan kulit awalnya lebih kompleks, atau pada pasien yang menginginkan hasil lebih baik lagi, maka dapat dipertimbangkan untuk dilakukan Fractional EpiRejuvenation Peeling (FEP). 


Disadur dari : http://www.skincentral.com
Fractional EpiRejuvenation Peeling (FEP) merupakan bagian dari program rejuvenation yang dilakukan dengan Fraxel Laser. FEP harus dilakukan pada kulit yang sudah priming (sudah mendapatkan krim persiapan dari dermatologis sebelumnya). Kemudian, beberapa hari sebelum tindakan FEP, dermatologis akan menginformasikan krim yang mana yang harus dihentikan dahulu. Pada hari tindakan, setelah kulit dibersihkan, kulit akan dioleskan krim anestesi yang bertujuan mengurangi rasa sakit sehingga tindakan berlangsung lebih nyaman untuk pasien. Selanjutnya setelah 30 menit - 1 jam, krim anestesi dibersihkan dan dioleskan cairan marking biru di seluruh wajah, dan dilapisi dengan gel yang khusus digunakan untuk laser Fraxel. 

Setelah itu, tindakan FEP akan dilakukan oleh dermatologis. Untuk seluruh wajah, dibutuhkan sekitar 15-20 menit pengerjaaan. Kemudian setelah itu wajah dibersihkan dari seluruh gel dan cairan marking, lalu dioleskan krim post-FEP. Dermatologis akan memberikan instruksi perawatan post-FEP untuk pasien. Setelah FEP, wajah akan tampak kemerahan yang berlangsung sekitar 1-2 hari. Pada beberapa pasien dengan kulit sensitif, terkadang kemerahan berlangsung lebih lama, tapi umumnya tidak mencapai 1 minggu. 

Adapun perbedaan laser FEP dari laser Fraxel yang biasa digunakan untuk acne scar adalah parameter yang digunakan. Untuk FEP digunakan parameter yang lebih berfokus di lapisan kulit atas, sedangkan laser Fraxel untuk acne scar digunakan parameter yang lebih berfokus di scar acne yang masalahnya terletak di lapisan kulit yang lebih dalam. 

Yang saya suka dari FEP, tentunya adalah hasilnya. Kulit tampak sehat, segar, bercahaya. Dan pada kulit dengan permasalahan yang lebih kompleks, hasilnya lebih nyata dibandingkan laser Photorejuvenation. Sampai saat ini, saya puas dengan hasil FEP. 

Jadi, kalau dirasa selama ini belum cukup puas dengan terapi rejuvenation yang dilakukan, FEP merupakan pilihan treatment yang layak dipertimbangkan. 

Salam kulit sehat..

Untuk bahasan mengenai pilihan laser Photorejuvenation lainnya, dapat dibaca disini ya..


Minggu, 02 Juni 2013

Herpes Zoster : Korban salah kaprah herpes


Halo.. 

Kali ini kita akan belajar tentang Herpes, secara khusus Herpes Zoster..
Nah, jangan sampai salah nih, Herpes yang satu ini tidak termasuk Penyakit Menular Seksual.. 

Dibaca yuk, supaya kalau ada teman dengan lenting-lenting isi air di lengan atau wajah atau punggungnya, kita tidak lantas curiga.. hiii jangan-jangan kena herpes kelamin hehehehe.. 

Artikel dengan saya sebagai nara sumber dimuat di Majalah Dokter Kita, edisi Mei 2013, halaman 17 - 19. 
Untuk teman-teman yang kesulitan mendapatkan majalah aslinya, berikut artikelnya saya sertakan ya.. 
Silakan di-klik digambar artikelnya untuk memperbesarnya ya.. 

Salam kulit sehat..

Halaman 1 dari 3 halaman

Halaman 2 dari 3 halaman 

Halaman 3 dari 3 halaman 

Rabu, 29 Mei 2013

Herpes Simpleks : Lenting kecil yang menular..

Halo.. 

Curiga pasangan intim tidak setia lagi? 
Sering bermasalah dengan lenting-lenting di bibir, atau bahkan lenting di kulit kemaluan? 
Waspada jangan-jangan herpes simpleks, jenis penyakit menular seksual yang bisa menyerang kulit mukosa bibir dan juga kulit mukosa kemaluan. Penyakit menular seksual yang satu ini tidak bisa sembuth total dan terkadang kambuh bila daya tahan tubuh menurun. 

Yuk dibaca artikel dengan saya sebagai nara sumbernya, di Majalah Dokter Kita, edisi Mei 2013, halaman 14-16. 
Untuk teman-teman yang sulit mendapatkan majalahnya, berikut artikelnya saya sertakan ya.. 
Silakan di-klik di gambar artikelnya untuk memperbesar gambarnya ya.. 

Salam kulit sehat..


Halaman 1 dari 3 halaman 

Halaman 2 dari 3 halaman 

Halaman 3 dari 3 halaman



Senin, 27 Mei 2013

Terapi Stretch Mark

StretchMark (SM)  merupakan masalah yang cukup sering dikeluhkan oleh pasien.. Tentunya sebagian besar adalah pasien wanita.. Walaupun ada beberapa pasien pria yang juga terganggu dengan SMnya dan menginginkan terapi untuk memudarkannya juga..

Pada wanita SM umumnya ditemukan di perut (terutama pada wanita yang telah hamil/melahirkan), di paha luar, di bokong, dan terkadang di lengan atas, paha dalam, daerah paha belakang bawah menuju betis, juga di payudara. Sedangkan pada pria umumnya ditemukan di lengan atas atau bahu, juga di pinggang.

Bergantung dari warnanya, SM dibagi menjadi 2, yaitu :
1. StretchMark Rubra : jenis yang baru saja timbul dan warnanya merah terang/gelap.

SM Rubra - Disadur dari : http-//allstretchmarks.com/

2. StretchMark Alba : jenis yang sudah lama, dan warnaya sudah pudar/putih.

SM Alba - Disadur dari : http-//beautydivaindia.blogspot.com/


Terapi untuk StretchMark juga berbeda bergantung jenisnya. Berikut adalah pilihan terapi untuk SM yang umumnya dianjurkan ke pasien :

1. Terapi Topikal
Umumnya untuk semua pasien, baik SM Rubra maupun SM Alba, terapi yang pertama diberikan adalah terapi topikal, berupa krim yang harus digunakan sehari-hari dirumah. Umumnya bahan aktif yang efektif untuk SM adalah AHA (alpha-hidroxy acid) dan RA (retinoic acid). Konsentrasi dari AHA dan RA akan ditingkatkan bertahap sesuai dengan kemajuan dan perkembangan SM di kulit pasien.

Selanjutnya, bila dirasa hasil dengan krim kurang memuaskan, dan pasien ingin lebih memudarkan kembali SMnya, maka dapat dibantu dengan tindakan.

2. Terapi untuk SM Rubra
Untuk SM Rubra, tindakan yang paling sering dianjurkan untuk pasien adalah Laser V-Beam Perfecta. Laser ini bekerja cukup efektif untuk SM Rubra. Umumnya butuh 4-6x tindakan dengan jarak 4 minggu sekali untuk melihat hasilnya. Walaupun tidak hilang sempurna, hasil yang dicapai umumnya cukup memuaskan untuk pasien. Semakin dini dikerjakan, semakin baik hasilnya.

3. Terapi untuk SM Alba :
Terdapat 2 pilihan terapi, yaitu DermaRoller atau DermaPen dan Laser Fraxel
a. DermaRoller atau DermaPen : butuh dikerjakan 5 kali dengan jarak 2 minggu sekali. Hasilnya ada walaupun dibawah Laser Fraxel.
b. Laser Fraxel : butuh dikerjakan 4-6 kali dengan jarak 1 bulan sekali. Hasilnya lebih baik dan walaupun tidak hilang sempurna, namun cukup memuaskan untuk pasien. Khusus sebelum Laser, selain krim yang rutin diberikan untuk SM, saya juga menambahkan krim untuk persiapan Fraxel. 

Karena saya tidak mempunyai ijin dan hak untuk menggunakan foto pasien yang saya kerjakan, saya mencoba mencari foto bebas di web yang bisa memberikan gambaran hasil. Foto-foto berikut dikerjakan oleh dokter dari klinik di luar Indonesia.  Sekali lagi, semua foto yang saya tampilkan disini, bukan dari foto pasien yang saya kerjakan ya.



Hasil Terapi Laser Fractional (tidak disebutkan brand-nya).
Disadur dari : http-//blog.skincarephysicians.net/

Hasil Terapi 3x Fraxel 1550
Disadur dari : http-//www.dermacaremedical.com/

Hasil Terapi 4x Fraxel 1550 yang
dikombinasi dengan 1x Thermage
Disadur dari : http-//www.mdspa.ca/stretch-marks





Demikian penjelasan dan beberapa gambaran terapi untuk StretchMark ya.. 
Mudah-mudahan membantu ya.. 

Salam kulit sehat..

Untuk bahasan tentang Laser FRAXEL secara lengkap, dapat dibaca disini ya..



Sabtu, 11 Mei 2013

Atasi kulit kering & gatal dalam 8 langkah


Kulit kering dan gatal merupakan masalah yang umum ditemukan pada berbagai usia. Dulu, masalah kulit kering dan gatal umumnya ditemukan pada usia tua, dimana secara alamiah memang kulit menjadi lebih kering seiring dengan usia. Karena kulit kering, maka kulit mudah gatal. 
Namun di jaman modern ini, masalah kulit kering dan gatal juga dialami oleh kaum muda. Penyebabnya antara lain pola hari-hari yang selalu diruangan ber-AC dan kesalahan pemakaian produk perawatan kulit. 
Nah, bila kulit kering, selain menjadi mudah gatal, kulit juga menjadi tampak bersisik dan tampak tua. Sehingga umumnya selain mengganggu karena gatalnya, juga mengganggu penampilan. 

Yuk, kita pelajari bagaimana mencegah kulit kering & gatal. 

Langkah 1. Rajin menggunakan pelembab setelah mandi.  
Setiap kali mandi, segera oleskan pelembab dalam 3 menit pertama selesai mengeringkan tubuh. Oleskan dalam jumlah yang cukup dan meliputi seluruh permukaan kulit yang mudah kering dan gatal. 
Dengan menggunakan pelembab, maka kelembaban kulit alamiah akan terbantu tersimpan dengan baik, sehingga kulit tidak rentan kering atau retak atau bersisik. 

Langkah 2. Batasi kontak kulit dengan iritan. 
Hindari produk perawatan yang mengandung alkohol karena akan mengeringkan kulit. Demikian juga jangan terlalu sering mencuci tangan. Produk yang harus diwaspadai karena ada risiko menyebabkan kulit kering adalah : Sabun, bubble bath, parfum, kosmetik, deterjen, pembersih rumah tangga, kutex, bensin, terpentin, wol, bulu hewan peliharaan, jus dari daging dan buah-buahan, beberapa tanaman, dan beberapa perhiasan. 

Langkah 3 Hindari berkeringat dan sering kepanasan. 
Keringat dan sering kepanasan akan mempermudah kulit menjadi gatal. Setelah berkeringat dan kepanasan, tunggu hingga kulit kembali normal, setelah itu segera bilas atau lap bersih keringat. 

Langkah 4. Hindari perubahan mendadak dalam suhu dan kelembaban. 
Kenaikan suhu yang mendadak atau penurunan kelembaban dapat menyebabkan kulit mudah gatal. 

Langkah 5. Hindari menggaruk & menjaga kuku pendek.
Menggaruk hanya akan membuat kulit menjadi lebih gatal lagi. Garukan dengan kuku panjang berpotensi melukai kulit dan berisiko infeksi. 

Langkah 6. Pakailah baju katun 
Berpakaian dalam pakaian katun longgar. Hindari kain sintetis, wol, dan bahan lainnya yang terasa kasar saat disentuh. Bahan katun akan terasa lebih nyaman di kulit, disamping itu kulit dapat bernafas lebih baik dan tidak terlalu berkeringat. 

Langkah 7. Bilas bersih baju yang dicuci
Selalu cuci bersih baju baru sebelum digunakan karena mengandung banyak debu dan bahan kimia pewarna yang dapat menyebabkan kulit gatal.  Deterjen dapat memicu kulit mudah gatal dan kering, sedapat mungkin gunakan pembersih yang bebas pewangi, pH netral dan selalu bilas 2x pakaian hingga air bersih tanpa busa. 

Langkah 8. Hindari stress 
Masalah dalam hidup sehari-hari pastinya memicu stress. Lakukan upaya untuk terhindar dari stress dengan rajin olahraga, meditasi teratur dan pola hidup yang baik, sehingga kita dapat me-manage stress dengan baik. 

Demikian, mudah-mudah-an membantu ya..
salam kulit sehat..